Wanita Ini Mengaku Lelah dan Ingin Beristirahat di Suatu Siang, Tapi Tanpa Disangka-Sangka, Hal Ini Membuatnya Tertidur Selamanya!

Loading...
Di dunia ini banyak penyakit yang terlihat sederhana, tapi sebenarnya cukup mematikan. Banyak orang yang tampak cuek ataupun gegabah dengan gejala-gejala yang terlihat, tapi di banyak kasus, bukannya mereka cuek, tapi gejala-gejala ini memang sangat mirip dengan penyakit sederhana lainnya.


Baru-baru ini ada seorang suster bernama Vicky yang menceritakan kisah dan pengalamannya saat menangani pasien yang dilarikan ke rumah sakit dan meninggal hanya karena "sakit kepala". Suatu malam Vicky dan teman-teman koleganya menerima pasien gawat darurat. Pasien yang adalah seorang wanita berumur 27 tahun itu dilarikan dalam keadaan koma sambil ditemani oleh seorang pria yang kira-kira berumur 30 tahun. Pria ini terlihat panik dan sedih melihat wanita yang ternyata adalah pacarnya itu terbaring lemah.

Waktu Vicky menanyakan kejelasan dari pasien, dia hanya bisa menjawab seadanya tanpa tahu terlalu banyak. Darah tinggi, tidak pernah ada katanya. Sering sakit kepala, juga tidak. Alergi akan obat-obatan, tampaknya tidak juga. Saat itu Vicky hanya bisa menyampaikan, "Kalau 3 penyebab diatas semua tidak ada dan pasien berada dalam keadaan tidak sadar, hanya 1 kesimpulan yang bisa kami ambil, yaitu mungkin ada pendarahan yang terjadi pada otaknya. Saat ini keadaannya cukup buruk dan kami hanya bisa mengusahakan yang terbaik." Katanya sambil menutup pintu ruang operasi.

Semua orang yang ada di ruang operasi itu terus berusaha, tapi apa daya, hasilnya nihil. Keadaan pasien langsung memburuk dan "luka" menyebar sampai ke paru-paru, tenggorokan, bahkan ke seluruh tubuh, sampai akhirnya meninggal. Akhirnya mereka tidak punya pilihan lain untuk memberikan kesaksian pada polisi kalau wanita tersebut meninggal secara klinis. Pria yang mengantarkan pacarnya itu kemudian menangis tersedu-sedu, "Bagaimana mungkin sakit kepala aja bisa membuatnya meninggal.

Saat mengatasi kasus ini, Vicky juga mengaku dia teringat akan kasus yang hampir mirip yang juga terjadi tahun lalu. Seorang pria dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan koma dan menurut keterangan teman-temannya yang ada, pria ini keluar untuk pergi minum-minum dan bermain bersama, tapi karena pasien yang dimaksud tiba-tiba merasa sakit kepala, dia pun beristirahat sejenak. Tapi semua orang yang ada tidak bisa membangunkannya dan baru sadar setelah sang pasien berhenti bernafas dan jantungnya berhenti. Mereka melakukan CPR dan langsung melarikannya ke rumah sakit, tapi keadaan tidak membaik. Banyak orang terus bersikeras meminta, "Coba usahakan dan selamatkan dia sampai keluarganya datang!"

Tapi apa daya, keluarga pasien berada di tempat yang sangat jauh, selain itu penanganan apapun dari rumah sakit tidak akan berguna dan hanya akan menghabiskan sumber daya karena pasien sudah meninggal. Vicky dan rekan-rekannya saat itu juga merasa sangat tidak berdaya, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena dokter sudah menyatakan kalau pasien tersebut meninggal.

Mungkin banyak orang bisa berkata, "Kedua pasien itu kan cuma sakit kepala. Kok bisa meninggal?" Sebenarnya tidak banyak yang tahu, kalau hal ini bukanlah sakit kepala biasa, tapi kasus dimana terjadinya pendarahan pada otak. Tentu saja penyakit darah tinggi dan kolesterol berlebih mempercepat hal ini terjadi, tapi bukan berarti penyakit ini tidak bisa menyerang orang biasa. Pendarahan pada otak gejalanya bervariasi, tapi pada umumnya pasien akan merasa sakit kepala yang cukup serius. Tentu saja mengamati gejala-gejala ini akan sulit, tapi pada dasarnya, kalau anda atau teman anda tiba-tiba pusing, sakit kepala, muntah-muntah, dan badan langsung lemas, jangan ragu untuk langsung melarikan mereka ke rumah sakit.

Sumber: cerpen.co.id

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Loading...